Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan

1
187
janin

Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan – Bayi yang sangat kecil atau sangat besar memiliki tingkat resiko mortalitas dan morbiditas yang lebih tinggi daripada bayi dengan ukuran normal.

Dengan mendeteksi dini kelainan pertumbuhan dapat membantu mencegah kematian janin. Dan juga dapat mengelola komplikasi perinatal dengan lebih tepat.

Untuk menghindari kelainan janin sejak dini, maka diperlukannlah pemantauan pertumbuhan janin.

Pemantauan pertumbuhan janin merupakan bagian penting dari perawatan kehamilan pada ibu hamil.

Salah satu pemantauan pertumbuhan janin adalah dengan mengetahui taksiran berat janin sesuai usia kehamilan.

Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan

mengetahui taksiran berat janin sesuai usia kehamilan

Dalam menghitung taksiran berat jani, maka semua perhitungan harus dikonfirmasikan sebelum digunakan.

Hasil yang disarankan bukanlah pengganti dari penilaian secara klinis. Perkiraan taksiran berat janin harus dilakukan secara akurat.

Untuk itu, para pekerja di kesehatan harus memantau betul pasiennya agar tetap melakukan penjagaan pada janin ibu hamil.

Dalam menentukan taksiran berat janin, maka ada beberapa cara yang dilakukan, berikut adalah caranya:

1. Mengukur tinggi fundus uteri

Pengukuran Tinggi fundus uteri (TFU) adalah metode skrining umum yang digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan dan pertumbuhan janin setelah 24 minggu kehamilan.

TFU diukur dengan menggunakan pita yang diletakkan di atas perut ibu.

Pengukuran dilakukan dengan syarat kantung kemih ibu harus kosong, agar tidak adanya pengukuran yang bertambah.

Jarak dari puncak tulang kemaluan (simfisis pubis) ke bagian atas rahim hamil (fundus) diukur dalam sentimeter (cm).

TFU dalam sentimeter harus sama dengan usia kehamilan dalam beberapa minggu.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana rumus menghitung Tinggi Fudus Uteri (TFU), Silahkan baca: Tinggi Fundus Uteri Sesuai Usia Kehamilan.

Jika perbedaan pengukuran lebih dari 3 cm, maka menunjukkan adanya janin dengan masalah pertumbuhan, tingkat cairan amnion abnormal, bayi kembar, fibroid uterus, dan lain-lain.

Dengan catatan, TFU tidak dapat diandalkan apabilan ibu hamil mengalami: obesitas, mengandung bayi kembar, polihidramnion, atau menggunakan ultrasonografi uterine leiomyoma (fibroid) yang mungkin merupakan model penyaringan yang lebih baik untuk masalah pertumbuhan pada janin.

2. Meggunakan (Ultrasonografi) USG

Dalam kehamilan, taksiran berat janin dapat diukur menggunakan ultrasonografi yang digunakan bersamaan dengan tabel berat untuk mengevaluasi pertumbuhan janin.

Tabel berat janin biasanya sudah dimiliki oleh dokter yang menggunakan ultrasonografi. Gunanya untuk mengukur taksiran berat janin sesuai usia kehamilan.

Evaluasi yang benar pada USG tergantung pada: keakuratan usia gestasi yang digunakan, ketepatan pengukuran berat badan, dan menggunakan kurva berat badan yang mewakili bayi yang diteliti.

Perkiraan Usia Gestasional pada USG

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada  (SOGC) merekomendasikan pengukuran USG pada embrio atau janin adalah metode yang paling akurat untuk menetapkan atau mengkonfirmasi usia kehamilan.

SOGC merekomendasikan ultrasonografi paling awal dengan usia gestasi setidaknya 7 minggu (atau 10 mm).

Dianjurkan agar pengukuran pada monitor USG digunakan hingga 84 mm, dan parameter lainnya digunakan untuk pengukuran diatas 84 mm.

Jika kehamilan adalah hasil fertilisasi in vitro umur embrio pada saat berhubungan. Maka harus digunakan pengukurann taksiran berat janin untuk menetapkan perkiraan hari lahir (HPL).

Ada beberapa macam singkatan dari pembacaan monitor USG untuk pengukuran berat bayi. Ini berdasarakan ukuran tubuh bayi (biometri) dengan USG:

1. LMP (last menstrual period)

hari pertama haid terakhir atau HPHT. Baca juga: Cara Menghitung HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).

2. EDD (Estimated Delivery Date)

Perkiraan persalinan berdasarkan tanggal menstruasi.

3. GA (Gestational Age)

Perkiraan umur kehamilan, pengukurannya berdasarkan pada panjang tungkai lengan, ataupun diameter kepala.

4. BPD (Biparietal diameter)

Ukuran tulang pelipis kiri dan kanan. Digunakan untuk mengukur janin di trimester dua atau tiga.

5. HC (Head Circumferencial)

Lingkaran kepala. Digunakan untuk mengukur usia kehamilan di trimester dua atau tiga.

6. AC (Abdominal Circumferencial)

Ukuran lingkaran perut bayi. Biasanya pengukurannya disatukan dengan pengukuran BPD dan akan menghasilkan perkiraan berat bayi. Digunakan untuk mengukur kehamilan di trimester dua atau tiga.

7. FL (Femur Length)

Ukuran panjang tulang paha bayi. Digunakan untuk mengukur kehamilan di trimester dua atau tiga.

8. FW (Fetal Weight)

Merupakan arti dari berat janin.

9. EFW (Estimation Fetal Weight)

Perkiraan atau taksiran berat bayi.

10. FTA (Fetal Trunk Abdominal)

Merupakan panjang badan pada janin.

11. GS (Gestasional Sac)

Merupakan ukuran kantong kehamilan berupa bulatan hitam. Digunakan untuk mengukur kehamilan di trimester pertama.

12. CRL (Crown Rump Length)

Ukuran jarak dari puncak kepala ke ‘ekor’ bayi. Digunakan untuk mengukur usia kehamilan trimester pertama.

13. F-HR (Fetal Heart Rate)

Frekuensi jantung pada bayi dalam kandungan.

Perhatikan monitor USG: Jika CRL > 84 mm diameter biparietal (BPD) atau lingkar kepala (HC) adalah prediktor terbaik pada usia kehamilan.

Namun, dalam menggunakan parameter, maka lebih unggul menggunakan satu parameter untuk menetapkan usia kehamilan pada trimester kedua.

Banyak persamaan regresi tersedia dengan menggunakan berbagai kombinasi parameter untuk memperkirakan usia kehamilan.

Beberapa klinik atau rumah sakit biasanya menggunakan 4 parameter biometrik (diameter biparietal (BPD), lingkar kepala (HC), lingkar perut (AC), dan panjang femur (FL)) untuk menetapkan usia kehamilan pada USG.

3. Menggunakan Rumus Johnson Toshack

Rumus Johnson Toshack, diambil dari hasil pengukuran tinggi fundus uteri. Silahkan Baca Lagi: Tinggi Fundus Uteri Sesuai Usia Kehamilan.

 

Rumus Pertama

Jika kepala belum masuk PAP maka rumusnya:
Berat Janin = (tinggi fudus uteri – 12 ) x 155 gram
Jika kepala sudah masuk PAP maka rumusnya:
Berat Janin = (tinggi fudus uteri – 11 ) x 155 gram

Rumus Kedua

Rumus : tinggi fundus ( cm ) – N x 155
HODGE I: N = 13 bila kepala belum melewati PAP
HODGE II: N = 12 bila kepala berada diatas spina isciadika
Dan HODGE III: N = 11 bila kepala berada dibawah spina isciadika

Contohnya:
Diketahui TFU 26 cm.
TBJ = (TFU-13) x 155
= (26-13) x 155
= 2015 gram

Sedangkan TBJ menurut TFU normal UK 7 bulan adalah
TBJ = (TFU-13) x 155
= (30-13) x 155
= 2636 gram

Rumus Ketiga

Selain kedua rumus taksiran berat janin sesuai usia kehamilan di atas. terdapat pula rumus ketiga, yaitu Rumus Risanto.

Rumus ini ditemukan oleh Risanto Siswosudarmo atas studi 560 ibu hamil di RS. Dr. Sardjito Jogyakarta pada tahun 1995.

Rumusnya adalah:
REFW : Y (gram) = 126.7 X – 931.5
X = fundal height (cm)
Y = Fetal Weight (gram)

Kadang menghitung taksiran berat janin dengan rumus diatas. Masih kurang akurat jika ada faktor Ketebalan dinding abdomen dan Pola makan.

Evaluasi Pertumbuhan Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan

tabel taksiran berat janin

Rata-rata berat janin sekitar 80 gram (2,8 ons) pada akhir trimester pertama.

Kemudian tumbuh semakin cepat setelah 22 minggu untuk mencapai tingkat pertumbuhan maksimal hampir 220 gram (7,8 ons) per minggu sampai 35 minggu.

Pertumbuhan kemudian melambat sekitar 185 gram (6,5 ons) per minggu sampai 40 minggu.

Bayi Kembar tumbuh pada tingkat yang sama dengan sendirinya sampai sekitar 32 minggu.

Kelahiran bayi kembar dichorionik tumbuh sekitar 188 gram per minggu sampai 37 minggu.

Kembalinya pertumbuhan pada tingkat pertumbuhan bayi kembar mulai melambat pada 28 minggu dan rata-rata sekitar 170 gram per minggu sampai 37 minggu.

Perkiraan Persentase Taksiran Berat Janin Sesuai Usia Kehamilan

Setelah mendapatkan usia gestasi yang andal dan perkiraan berat janin yang terbaik. Maka bagan pertumbuhan atau tabel berat dapat digunakan untuk menetapkan persentasi pertumbuhan janin.

Berikut adalah Diagram Pertumbuhan bayi tunggal, bayi kembar, atau gabungannya:

tabel pertumbuhan taksiran berat janin sesuai kehamilan pada bayi tunggal dan kembar

Faktor Risiko untuk Usia Kehamilan

Janin Kecil

70% bayi yang lahir di bawah persentasi ke-10 tidak berisiko mengalami efek samping.

Perbedaan ukuran antara bayi paling sering terjadi karena penyebab konstitusional seperti ukuran orang tua bayi, latar belakang etnis, atau jenis kelamin bayi.

30% benar-benar dibatasi pada pertumbuhan dan berisiko mengalami morbiditas dan mortalitas perinatal yang meningkat.

Janin besar

Usia gestasi yang besar umumnya menyiratkan berat lahir yang sama dengan atau lebih besar dari persentil ke-90 untuk usia gestasi tertentu.

Pertumbuhan yang melebihi berat badan tertentu, biasanya 4.000 gram atau 4.500 gram berdasarkan pada usia gestasi. Juga yang menentukan adalah pertumbuhan pembawaan dari orang tua.

Nah itulah di atas cara mengetahui taksiran berat janin sesuai usia kehamilan. Semoga dapat membantu Anda dalam mencari referensi kehamilan Anda.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here