hewan paling berbahaya di dunia

Hewan paling berbahaya di dunia – Siapapun pasti familiar dengan idiom, “Don’t judge a book by its cover”. Sebuah idiom yang artinya, jangan menilai apapun hanya dari penampilan. Tidak hanya identik dalam hal bagaimana kita sering salah menilai kepribadian seseorang hanya dari penampilannya saja. Ternyata idiom tersebut juga dapat berlaku pada hewan.

Dimana kita pun sering salah menilai tentang bahaya atau tidaknya hewan hanya dari penampilannya saja. Ya, umumnya kita tak menyadari ada banyak hewan yang ternyata termasuk ke dalam daftar hewan paling berbahaya di dunia karena penampilannya yang “biasa saja” alias tidak menyeramkan.

Sampai kita mengalami sendiri, sesuatu yang buruk seperti sakit atau kematian yang disebabkan oleh hewan-hewan tersebut.

9 Hewan Paling Berbahaya di Dunia

Penasaran? Simak daftar 9 hewan yang tak kita sadari termasuk paling berbahaya di dunia yang telah kami rangkum untuk anda berikut ini.

1. Cacing Pita (Tapeworms)

Bernama latin taenia, Yang juga disebut cacing pita karena bentuknya pipih dan panjang mirip seperti pita. Siapa sangka ternyata ini adalah salah satu hewan paling berbahaya di dunia.

Panjang ukuran cacing pita dewasa bisa mencapai 240-300 cm. Terdapat semacam kait-kait kecil di kepalanya. Lalu di bagian badannya ada 1000 proglotid (suatu organ tempat mengandung telur).

Setidaknya ada 3 jenis spesies cacing pita yang banyak ditemukan seperti Taenia Solium (sering ditemukan pada babi), Taenia Saginata (sering ditemukan pada sapi) dan Taenia Asiatica (sering ditemukan pada babi dan sapi).

Merupakan hewan parasit yang dapat hidup di dalam tubuh manusia dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi cacing pita (taeniasis/sistiserkosis). Cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging babi/sapi yang dimakan tanpa dimasak dengan benar (kurang matang) serta sanitasi lingkungan yang buruk.

Infeksi cacing pita dapat menyebabkan gatal, nyeri, diare dan mual. Bila sudah menyerang otak akan menyebabkan kejang-kejang, stroke sampai kematian. Data WHO menyebutkan ada sekitar 8,3 juta orang terinfeksi cacing pita setiap tahunnya.

2. Serangga Triatoma (Assasins Bugs/Kissing Bugs)

Disebut serangga pembunuh karena dapat menghisap darah manusia dan menularkan penyakit Chagas melalui parasit yang masuk ke dalam aliran darah manusia, yang dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi jantung dan usus.

Pada orang yang sensitif, air liurnya dapat memicu alergi, hingga anafilaksis yang parah.

Serangga Triatoma sebagai salah satu hewan paling berbahaya di dunia merupakan spesies endemik Amerika Selatan dan jarang ditemukan di Asia. Namun, karena menyebabkan penyakit Chagas yang mematikan pemerintah Guangzhou, Cina bahkan memberi imbalan sebesar Rp. 17,000 kepada siapa saja yang berhasil menangkapnya (untuk penelitian).

3. Anjing (Dog)

Para penggemar anjing mungkin banyak yang tak setuju, namun faktanya anjing termasuk ke dalam daftar hewan paling berbahaya di dunia. Data WHO menyebutkan, ada sekitar 2500 kematian yang disebabkan oleh anjing per tahunnya. Umumnya disebabkan oleh rabies. Kasus kematian lainnya disebabkan penyerangan anjing.

Contoh kasus di Indonesia belum lama ini, terdapat beberapa kasus kematian akibat diserang anjing seperti, kasus ART yang tewas digigit oleh anjing berjenis Belgian Malinois milik seorang presenter bernama Bimo Aryo. Penyebab serangan anjing masih belum diketahui dan tidak ditemukan adanya infeksi rabies pada anjing tersebut.

Beberapa jenis yang dikategorikan berbahaya antara lain seperti Pitbull, Rottweiler dan Alaskan Malamute. Tidak direkomendasikan memelihara anjing jenis tersebut di atas tanpa pengawasan dan pelatihan yang tepat.

4. Kerbau Afrika (Cape Buffalo)

Memiliki nama latin syncerus caffer, kerbau ini merupakan kerbau endemik Afrika yang berbeda dengan kerbau asia karena liar dan dianggap berbahaya.

Bagaimana tidak dikategorikan sebagai hewan paling berbahaya di dunia, Hewan yang memiliki populasi sekitar 900.000 ekor, dengan bobot rata-rata 800 kg dan tanduk melengkung besar dan kokohnya, kerbau Afrika tercatat telah menewaskan lebih dari 200 orang per tahun.

Saking berbahayanya, bahkan singa pun tak akan berani mendekati sekumpulan kerbau Afrika ini.

5. Kuda Nil (Hippopotamus)

Berasal dari Afrika, Kuda Nil merupakan hewan terbesar ketiga setelah gajah dan badak putih. Meski termasuk hewan herbivora, saat kondisi agresif, hewan ini termasuk hewan yang sangat membahayakan.

Dengan bobot Kuda Nil dewasa yang dapat mencapai 3 ton dan mampu berlari secepat 30 km/jam (jangka pendek), sangat disarankan untuk tak dekat-dekat dengan hewan ini tanpa pengawasan. Kecuali anda siap diremukkan dengan gigi-giginya yang besar dan tajam.

Kuda Nil tercatat telah menewaskan setidaknya 500 orang per tahun di Afrika (umumnya merupakan wisatawan).

6. Ubur-Ubur Kotak (Box Jellyfish)

Sekdar informasi, Ubur-ubur kotak dianggap sebagai hewan paling mematikan di lautan. Umumnya ditemukan di perairan indo-pasifik dan Australia.

Bagaimana tidak, dengan kemampuan berenang secepat 4 knot = 2,05778 m/s dan tubuhnya yang memiliki tentakel terdiri dari lapisan “senjata biologis” berupa anak panah kecil yang beracun (nematocysts), ubur-ubur kotak siap menyerang siapa saja yang dianggap mengancam.

Bila tersengat hewan ini, anda dapat mengalami kelumpuhan, kegagalan fungsi jantung bahkan kematian hanya dalam beberapa menit setelah tersengat.

7. Ikan Fugu (Pufferfish)

Hewan paling berbahaya di dunia selanjutnya ada Ikan Fugu, tergolong ikan unik namun berbahaya karena beracun. Untuk melindungi diri mereka dari serangan predator, ikan ini menggunakan perut mereka yang elastis, untuk mengubah bentuk tubuh mereka serupa bola berduri (dengan cara menelan banyak air maupun angin).

Bila pun akhirnya dimangsa, predator tak akan bertahan hidup karena racun yang dikandungnya.

Meski di Jepang dan Indonesia, ikan Fugu dapat dikonsumsi oleh sebagian kalangan (tentunya hanya para ahli yang dapat menyajikannya sebagai makanan). Namun, anda tak bisa meremehkan racun yang terkandung di dalamnya.

Hampir seluruh ikan Fugu mengandung zat racun tetrodotoxin, zat racun ini membuat rasa dagingnya busuk dan 1.200 kali lebih beracun dari pada sianida. Terdapat cukup racun dalam 1 ikan Fugu untuk membunuh 30 manusia dewasa. Sampai kini para peneliti belum berhasil menemukan penawar racunnya.

8. Katak Emas (Golden Poison Dart Frog)

Beberapa spesies Katak Emas dapat ditemukan di wilayah Asia dan Amerika Selatan. Katak ini berbentuk kecil, panjangnya hanya sekitar 5 cm dan beratnya hanya sekitar 30 gram serta berwarna emas.

Namun, siapa yang menyangka, hewan imut dan unik ini mampu membunuh manusia. Terdapat zat racun batrachotoxin (salah satu zat racun paling mematikan di dunia) pada kelenjar kulitnya. Racun ini digunakan sebagai alat pertahan diri dari pemangsa.

Kandungan 1 miligram racunnya dapat membunuh 10 manusia dewasa atau 2 gajah Afrika sekaligus.

Bila racun masuk ke dalam aliran darah manusia dapat menyebabkan kejang otot, dimana 3 menit kemudian berujung pada kegagalan fungsi jantung.

9. Siput Kerucut (Cone Snail)

Siput Kerucut umumnya ditemukan di balik indahnya terumbu karang perairan Indo-Pasifik. Terdapat sekitar 600 spesies Siput Kerucut dan setiap ekornya mengandung setidaknya 200 zat racun.

Racun Siput Kerucut terdapat pada pada salah satu organ di dalam mulutnya yang menyerupai tembakan anak panah. Digunakan untuk melumpuhkan mangsa maupun predator yang menyerang.

Bila racun masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan kegagalan fungsi pernapasan dan jantung, hingga kematian.

Nah, itu tadi pembahasan kami tentang 9 hewan paling berbahaya di dunia. Meskipun beberapa diantaranya memiliki bentuk dan sikap yang lucu, ternyata hewan tersebut bisa membawa petaka buat kita.

Baca Juga :Wajib Tahu 9 Fakta Penting Freeport Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here