fakta tentang freeport

Freeport Indonesia merupakan anak perusahaan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tambang ternama di Indonesia, bahkan dunia.

Belakangan ini Freeport Indonesia sedang menjadi topik hangat di berbagai media, khususnya terkait divestasi saham dengan pemerintah Indonesia. Kamu salah satu orang yang tertarik dengan perusahaan satu ini? Yuk simak ulasan kita tentang fakta tentang freeport Indonesia.

9 Fakta Freeport Indonesia

Berikut 9 fakta tentang freeport Indonesia yang penting anda ketahui :

1. Penemuan Tambang Grasberg

Pada tahun 1936, seorang geologis yang bekerja sebagai pegawai perusahaan minyak NNGPM Belanda bernama, Jean-Jacquez Dozy menemukan bebatuan berwarna hitam kehijauan yang diduga merupakan kandungan ore di pegunungan Jayawijaya (Cartensz). Kemudian ia menuliskan catatan tentangnya dengan keterangan gunung cadangan Ertsberg (istilah belanda untuk ore) dalam jurnal laporannya dan kembali ke Belanda.

Sempat dilupakan, catatan jurnal tersebut kemudian ditemukan oleh Forbes Wilson, seorang kepala eksplorasi tambang pada perusahaan Freeport Sulphur Company (sebelum berubah nama menjadi Freeport-  McMoRan Copper & Gold Inc   .), yang kemudian memimpin ekspedisi Ertsberg di wilayah pegunungan Jayawijaya lalu menemukan deposit tembaga yang besar.

Setelah penemuan tersebut, kepala Freeport saat itu yang bernama Langbourne Williams kemudian berusaha mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia untuk meneruskan proyek Ertsberg. Dan membuahkan hasil, dimana pada tahun 1967, Freeport menjadi perusahaan asing pertama yang mendapat izin pertambangan Erstberg melalui Kontrak Karya Pertama Freeport (KK-1). KK-1 memiliki masa berlaku selama 30 tahun sejak tambang mulai beroperasi pada tahun 1973.

Di dalam prosesnya kemudian, pada tahun 1988, Freeport menemukan cadangan Grasberg (yang kini dikenal dengan Tambang Grasberg) dan menghasilkan Kontrak Karya Ke-2 Freeport (KK-2) pada tahun 1991. Dengan masa berlaku kontrak selama 30 tahun, dimana periode produksi akan berakhir pada tahun 2021.

2. Tambang Terbesar di Dunia

Fakta tentang freeport yang kedua adalah tentang Tambang Gasberg yang dinobatkan sebagai tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia.

Terletak di wilayah pegunungan Jayawijaya, tambang ini merupakan tambang modern bersistem keamanan satu titik dengan jumlah pekerja sekitar 19.500 orang. Tambang ini memiliki luas sekitar 10.000 hektar, belum ditambah wilayah pendukung 202.000 hektar (termasuk pelabuhan Amamapare yang berada di hilir Timika).

Tidak hanya luas areanya saja yang spektakuler, Tambang Grasberg juga memiliki luas lubang lebih dari 230 km2 dengan ukuran kedalaman sepanjang 1000 meter.

Tercatat pada kuartal pertama tahun 2018, produksi emas dan tembaga dari Tambang Grasberg mencapai 311 juta pound atau setara 142 juta kg.

Diperkirakan cadangan mineral di Tambang Grasberg masih cukup sampai tahun 2051 mendatang. Namun, cadangan mineral di permukaan tambang telah dinyatakan habis tahun ini. Karenanya Freeport berencana secepatnya akan membangun tambang di bawah tanah.

3. Hasil Tambang Tidak Diolah Di Dalam Negeri

Entah bagaimana caranya Freeport dapat menambang emas dan tembaga serta mineral lainnya di Indonesia selama puluhan tahun, namun hasil tambang tersebut tidak diolah di dalam negeri, melainkan mengekspornya dalam bentuk konsentrat.

Padahal, pemerintah telah resmi mengeluarkan larangan ekspor mineral mentah, melalui Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 yang mengatur Pertambangan Mineral dan Batu Bara, sebagai upaya optimalisasi pendapatan negara.

Sesuai UU tersebut, perusahaan diwajibkan membangun smelter sebagai pabrik pengolahan dan pemurnian bahan mentah tambang untuk dijadikan bahan jadi.

Kini, demi mematuhi aturan hukum pemerintah Indonesia, Freeport telah
memasuki tahap realisasi pembangunan smelter di Gresik. Smelter tersebut dirancang memiliki kapasitas penampungan 4 juta ton konsentrat mineral tembaga per tahun.

Selain di Gresik, pemerintah Indonesia berharap Freeport juga dapat membangun smelter di Papua.

4. Pembangunan Distrik Tembagapura

Sebelum Freeport beroperasi di Papua pada tahun 1967, wilayah Timika masih merupakan hutan belantara. Seiring pembangunan tambang, banyak penduduk yang mulanya tinggal terpencar kembali memasuki wilayah tambang.

Pada tahun 1970, pemerintah membentuk suatu kerja sama dengan Freeport Indonesia di bidang pembangunan infrastruktur seperti membangun sejumlah rumah yang layak huni bagi penduduk di sekitar jalan Kamuki serta di wilayah selatan sekitar lokasi yang direncanakan menjadi Bandar Udara Timika.

Pembangunan selanjutnya dilaksanakan pada tahun 1971. Dimana saat itu pemerintah bekerja sama dengan Freeport membangun Bandar Udara Timika dan pusat perbekalan. Serta membangun jalan-jalan kecil sebagai akses ke pedesaan dan membangun jalan-jalan utama sebagai akses menuju tambang.

Pembangunan bertahap tersebut kelak menghasilkan kota yang kini bernama Timika.

Sementara distrik pertambangan yang dikelola Freeport dinamakan Kota Tembagapura. Nama tersebut merupakan nama yang dianugerahkan Presiden Soeharto.

Kini distrik Tembagapura telah memiliki fasilitas lengkap layaknya kota maju yang bertaraf internasional. Seperti rumah sakit, sport hall, supermarket, perpustakaan, bar dan kafe, serta layanan perbankan.

5. Awalnya Mayoritas Saham Bukan Milik Pemerintah

Fakta tentang freeport yang kelima adalah, sebelum upaya divestasi saham dilakukan, mayoritas kepemilikan saham Tambang Grasberg berada di tangan Freeport selama puluhan tahun lamanya.

Dimana Freeport McMoran Copper and Gold Inc. tercatat memiliki 81.28 persen saham, sedangkan PT. Indocoper Investama sebagai perwakilan pemerintah hanya memegang saham sebesar 9,36 persen.

Tentu hal ini sangat merugikan pendapatan negara. Karena itu pemerintah dengan giat mengupaya kan divestasi saham, agar kepemilikan saham Tambang Grasberg mayoritas beralih ke pemerintah Indonesia.

6. Konflik Dengan Masyarakat Sekitar

Freeport dianggap tidak menghargai hak-hak ulayat masyarakat adat pada 2 suku besar di papua yaitu, Amungme dan Kamoro. Hal ini berkaitan dengan tidak dipenuhinya janji kesejahteraan masyarakat oleh Freeport. Sehingga menimbulkan aksi masyarakat di Timika, pada tahun 1996 yang mengorbankan nyawa.

Baru setelah itu Freeport menurunkan kewajiban dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 1 persen.

Namun hal tersebut dianggap tak cukup menutupi semua kesalahan Freeport, termasuk soal kerusakan lingkungan akibat limbah dan rusaknya tatanan hidup masyarakat adat.

Hingga saat ini masyarakat adat papua masih menuntut agar Freeport ditutup.

7. Longsor Tambang

Pada Rabu 3 April 2019 yang lalu telah terjadi longsor di area pertambangan Freeport Indonesia di Papua. Tepatnya pada area feeder di Ore Pass tambang bawah tanah yang sedang dibangun.

Longsor ini mengakibatkan 2 pekerja tambang tewas tertimbun longsor dan 2 pekerja lainnya luka-luka.

Kejadian tersebut mengundang banyak tanya para pihak soal jaminan keamanan pekerja dan menambah daftar fakta tentang freeport yang menuai kontroversi.

8. Divestasi Saham

Setelah melalui proses negosiasi yang cukup alot, akhirnya pada Jumat 21 Desember 2018, saham Freeport sebesar 51,2 persen sudah beralih ke pemerintah melalui PT. Inalum dan sudah dibayar lunas sebesar Rp. 55,8 triliun.

Kepemilikan mayoritas ini kelak digunakan secara maksimal untuk kemakmuran rakyat. Khususnya, masyarakat di Papua yang akan mendapat 10 persen dari sahamnya

9. Isu Kerusakan Lingkungan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) sedang mengkaji hasil audit (Maret 2018) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menemukan ada bukti kerusakan ekosistem dan lingkungan Papua akibat limbah Freeport Indonesia, sebesar Rp. 185 triliun.

Kerusakan lingkungan ini telah menjadi persoalan lama, yang membduat KLKH harus menjatuhkan sebanyak 48 sanksi kepada Freeport Indonesia.

Sebanyak 42 sanksi dilaporkan telah dilaksanakan oleh Freeport Indonesia. Sementara, 6 sanksi lainnya belum karena alasan prosesnya yang panjang dan lama serta faktor keamanan.

Ke depan, 6 sanksi tersebut akan diselesaikan Freeport Indonesia melalui mekanisme road map (peta jalan) yang direkomendasikan KLKH.

Itulah 9 fakta tentang freeport yang penting anda ketahui. Semoga bermanfaat.

baca juga : 10 Misteri Besar Yang Belum Terpecahkan Hingga Kini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here